Peduli Binatang Liar Boleh, Tapi...
17 January 2012 - 09:11 WIB By : ameeel
0Arrrggggghhhhhhhh!!! *jambak-jambak rambut*
Hari ini saya kesaaaaaal!
Jadi ceritanya, ada tetangga depan rumah (ibu-ibu) yang sangat penyayang sekali pada binatang. Dia nggak pernah tega melihat ada binatang terlantar. Jadilah, dia selalu menyediakan berpiring-piring nasi di depan pagar rumahnya untuk kucing-kucing liar di perumahan saya. Akibatnya, jumlah kucing liar yang tadinya cuma 1-2 ekor, meningkat jadi 6-8 ekor.
Yang jadi masalah adalah, kucing-kucing liar itu hobi sekali BAB di kebun rumah saya. Setiap pagi (bayangkan, SETIAP PAGI!) minimal ada dua onggokan pup kucing di kebun rumah saya. Saya pernah protes, tapi malah disinisin. Si ibu misuh-misuh dan tetap memberi makan kucing-kucing liar itu.
Hah, ya sudahlah. Berhubung sejak 1 tahun lalu di rumah saya ada ART, jadi tugas membersihkan pup kucing saya serahkan ke si mbak (maap ya mbak...).
Tapi, pagi ini sepertinya perang pada kucing ini dimulai kembali. Bermula dari pagi tadi saya mau berangkat ngantor, saya pakai sepatu yang ada di teras. Tiba-tiba, kaki saya disambut oleh onggokan empuk... pas saya angkat kaki, ternyata di dalam sepatu saya ada pup kucing! OMG!!! Jadilah pagi ini saya eboh membersihkan telapak kaki dan jari-jarinya yang belepotan pup kucing.
Yap, kesabaran saya sudah habis. Sekarang saya lagi memikirkan cara paling efektif untuk menyingkirkan kucing-kucing itu dalam tempo 2x24 jam! Hmfffff....