Masalah Kacamata
05 February 2012 - 22:57 WIB By : MeiranieMei
0Sudah dua bulan, saya lagi mencari frame kacamata. Soalnya, frame yang saya pakai sekarang usianya sudah 5 tahun. Cukup lama untuk diganti yang baru. Lagipula, saya baru menyadari, frame yang lama ini meninggalkan bekas merah di hidung. Padahal saya sekarang makin rajin pakai kacamata, nih. Artinya, saya kudu menggantinya dengan yang lebih ringan.
Tapi, tampaknya mencari frame seperti mencari jodoh, kudu pilih-pilih di antara banyak piliha, sulit #eaaaaaa. Sampai sekarang belum ada yang cocok, nih. Oleh karena itu, tidak mau hidung selalu ada bekas merah, saya mencoba memakai lensa kontak--yang biasanya saya pakai hanya saat-saat tertentu saja, sambil mencari-cari frame yang baru (dan cocok).
Setelah mulai sedikit terampil mencopot dan memasang, saya putuskan memakai yang tiga bulanan--biasanya, yang harian. Kan, untuk saat tertentu saja. Selain itu, saya memang takut memakai yang tiga bulanan karena beranggapan tidak steril.
Dan, tanggal 3 Februari kemarin, perdana saya pakai lensa kontak yang bulanan. Bedanya dengan yang harian, saya harus lebih sering meneteskan obat tetes matanya, nih. Nah, pas, sore saya teteskan, tahu-tahu, yang sebelah kanan menghilang. Lah, saya merasa tidak mencopotnya, kok, hilang? Apa karena kebanyakan obat tetes mata jadinya malah banjir terus copot? Entah. Tapi, memang, tuh, tidak ada di mata saya. Jatuh? Tidak tahu. Rasanya, tidak.
Yang saya kahawatir adalah, katanya, lensa kontak bisa masuk ke bagian dalam mata. Huwaaaaaaa! Khawatir, dong. Tapi, setelah dicoba dikeluarkan--dengan pijat-pijat seputar mata dan berkedip dalam--tidak juga keluar. Hiks, yah, baru sehari pakai lensa kontak bulanan, sudah hilang.
Berarti, nih, saya harus lebih hati-hati lagi dengan si lensa kontak. Juga, secepatnya "menemukan" frame, ah. Ada yang bilang, terlalu sering pakai lensa kontak malah bikin minus mata bertambah. Oh, nooo!