Pengennya, sih, dapat dua-duanya, he he he…
Enak banget si A, sudah gajinya besar, setiap tahun dapat bonus besar pula! Sedangkan kita, jangankan dapat bonus, gaji saja seperti numpang lewat (saking ngepasnya jadi nggak terasa, he he he).
Beda lagi dengan si B yang gajinya (bahkan) lebih kecil dari kita. Bonusnya bisa berkali-kali dalam setahun, bahkan outing kantornya jalan-jalan ke Eropa, tuh. Ugh, bikin iri!
‘Ada udang di balik batu’
Jangan keburu iri melihat si A sampai Z yang mendapat bonus besar. Pasalnya perusahaan nggak mungkin memberikan bonus secara cuma-cuma. Bonus, tuh, bentuk penghargaan atas kinerja karyawan yang bagus dan menguntungkan perusahaan. Jelas butuh kerja keras untuk mendapatkan reward tersebut.
Ternyata, bonus juga disesuaikan dengan divisi karyawan. Bagi seorang sales, bonus dijadikan daya tarik perusahaan. Perusahaan yakin, bagian penjualan bakal makin giat mempromosikan produknya jika dijanjikan bonus atau komisi besar.
Pertimbangan lain
Selain divisi karyawan, hal lain yang kudu diperhatikan adalah jenis perusahaan. Nggak semua perusahaan mampu memberikan bonus besar pada karyawannya. Mungkin saja A bekerja di perusahaan multinasional besar yang setiap saat keuntungannya berlipat-lipat.
Tidak ada aturan baku pemberian bonus dan besarnya berbeda di setiap perusahaan. Jumlah bonus dan gaji diukur berdasarkan kemampuan dan kemauan perusahaan dalam memberikan imbalan pada karyawan.
Pilih gaji
Masih bingung mana yang lebih menguntungkan, gaji atau bonus? Jawabannya: gaji, karena nominalnya terjamin, sedangkan bonus sifatnya tentatif. Bisa saja karena tahun ini perusahaan dapat untung besar, kita kecipratan bonus. Nah, begitu pemasukan perusahaan menurun, bonus ditiadakan. CC