Cara Cerdas Untuk Resign



Cara Cerdas Untuk Resign Citacinta
Nggak bisa asal, tuh!

Salah satu hak asasi karyawan adalah mengundurkan diri. Tapi apa pun alasannya, lakukan dengan cerdas dan profesional supaya tetap meninggalkan kesan positif di antara rekan kerja maupun bos kita.

Bilang, aja...
Do: Siapkan alasan yang paling masuk akal dan jujur. Seandainya kita nggak cocok dengan bos, gaji nggak sebanding lagi dengan biaya hidup, bahkan sudah mendapat tawaran kerja di tempat lain? Tinggal bilang, kok. Kalau kita memang berprestasi bukannya mustahil si bos bakal mencarikan 'solusi' untuk mempertahankan karyawannya.
Don't: Mengacam mundur dengan sejuta alasan supaya nominal gaji bertambah atau naik jabatan, sih, sama sekali nggak keren. Mending kalau ditahan, gimana kalau ternyata bos menerima pengunduran diri kita dengan senang hati? Bisa-bisa kita telanjur keluar tanpa pekerjaan, tuh!

Lakukan satu per satu
Do: Setelah memberitahu alasannya, segera siapkan surat pengunduran diri yang ditujukan kepada atasan langsung. Maksudnya supaya bos ingat dan punya cukup waktu buat mencari pengganti diri kita. Siapkan juga tembusannya untuk bagian HRD hingga pemilik perusahaan—biasanya tergantung kebijakan masing-masing perusahaan.
Don't: Buru-buru menolak tawaran dari bos karena sudah nggak betah bekerja di situ. Coba pikirkan dulu kalau kita memang belum mendapat pekerjaan baru. Kalau situasi nggak berubah juga, silakan berburu pekerjaan baru. Lebih aman, dong!

Ikut aturan
Do: Urus semua hak yang kita dapatkan dari perusahaan sambil menunggu hari terakhir bekerja (biasanya satu bulan dari tanggal yang tertera di surat pengunduran diri). Mulai dari Jamsostek, 'tabungan' pensiun, atau asuransi atas nama kita. Kalau ada sesi interview ikuti sebagai formalitas, bukan ajang curhat, ya!
Don't: Mengambil properti kantor sebagai suvenir—please, deh! Semua barang di kantor yang kita pakai sejak awal bekerja harus dikembalikan utuh dan dalam keadaan baik. Seminggu setelah resign masih dikejar-kejar oleh sekretaris kantor hanya untuk mengembalikan gunting? Reputasi kita bisa hancur, ah.

Sebelum cabut

Do: Bereskan semua proyek atau pekerjaan yang kita tangani langsung sebelum hari terakhir kerja. Kalau memang sudah ada pengganti, sebaiknya kita ajari dia secara garis besarnya saja. Berguna banget, nih, kalau kita nggak mau berurusan lagi dengan kantor lama, he he...
Don't: Pergi begitu saja dan meninggalkan setumpuk kerjaan yang tidak terselesaikan sama saja mencari musuh. Ingat, kan, pepatah: Datang tampak muka, pulang tampak punggung?
    Kalau dulu kita datang ke kantor secara baik-baik, saat keluar pun harus berbaik-baik. Ucapkan terima kasih dan bina hubungan bisnis yang profesional setelah keluar dari situ—siapa tahu suatu hari kantor baru kita bakal bekerja sama dengan mereka. CC

 






 
TULIS KOMENTAR FORUM


  200 Karakter
** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.





200 Karakter
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan namamu.
 


VIDEO





KUIS





TWITTER

FACEBOOK