Bos Bikin Susah
Citacinta Tips & Artikel
Pernah ingin melipat si bos dan memasukkannya ke dalam saku? Itu disebabkan sikap bos yang keterlaluan. Nah, cara menghadapinya lihat di sini....

Dengan seenaknya dia memarahi kita di depan umum, menuding kita atas kesalahannya, hingga curhat tentang masalah pribadinya, tapi gaji kita nggak pernah naik! Mencoba melamar ke perusahaan lain, panggilan yang datang nihil. Terpaksa, deh, bertahan dalam situasi ‘panas’ dengan bos.

1. Lempar Bola
Bos selalu saja buang badan setiap ada kesalahan. Saat bawahannya kena semprot big boss, nggak satu pun kata-kata pembelaan atau rasa tanggung jawab sebagai atasan terlihat. 
Solusi:
Membantah perkataan bos di depan big boss hanya akan memperburuk situasi. Kalau ogah disalahkan atas ulah bos, bicarakan dengan bos secara personal dengan sopan.

2. Labil Memutuskan
Kemarin mengatakan A, sekarang meminta B. Bos memang plin plan sehingga bikin nama kita—sebagai eksekutor—jelek di mata klien!
Solusi:
Kita dapat mengevaluasi hasil kerja yang ada. Lalu, informasikan pada bos mengenai pandangan klien tentang hasil kerja yang tidak konsisten dan dampak buruknya.

3. Asisten Musiman
Tugas kita sehari-hari adalah menemani bos ke bank atau mencarikan dia tiket pesawat dengan harga promo untuk berlibur. Padahal sejak bekerja di kantor ini, kita hanya menandatangani kontrak jabatan sebagai staf administrasi, bukan personal assistant!
Solusi:
Sisi positif dari masalah ini, kita dipercaya bos mengenai hal-hal pribadinya. Tapi pekerjaan kita tentunya bertambah. Mintalah bos untuk menentukan prioritas. Mau kita mengerjakan tugas utama atau mendahulukan kepentingan bos?

4. Ditunda Saja, Ya…
Divisi personalia mengingatkan bahwa cuti kita hampir hangus, tapi bos menolak saat kita mengajukan cuti karena banyak pekerjaan. Arrgghhh…!
Solusi:
Yakinkan bos kalau kita bisa menyelesaikan pekerjaan sebelum cuti. Negosiasikan waktu yang tepat dengan bos, atur beban kerja dan manfaatkan waktu secara maksimal untuk bekerja saat menjelang cuti.

5. ‘Mengaum’
Bos mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil kerja kita dengan berteriak di depan seluruh karyawan. Huft….
Solusi:
Terlepas kita salah atau nggak, berteriak bukanlah sikap profesional. Bos yang hobi berteriak biasanya dibenci para karyawan. Jika terjebak dalam situasi ini, kita harus tenang, jangan terpancing emosi. Sikap diam kita atau menyesal akan membuat teriakan bos mereda. Setelah suasana enak, bicara baik-baik dengan bos. Akui kesalahan, lalu tawarkan solusi. Bilang juga padanya bahwa kita bersedia ditegur baik-baik jika ada kesalahan. CC






 
 
TULIS KOMENTAR FORUM


  200 Karakter
** Dengan meng-klik tombol "kirim" berarti kami telah menyetujui Privacy Policy & Disclaimer kami.



 


200 Karakter
** Jika sudah login, email akan terkirim dengan namamu.
 


Dapatkan Tiket NoBar Men In Black III
Boris the Animal (Jemaine Clement) kabur dari penjara untuk balas dendam pada Agent K (Tommy Lee Jones). Boris menemukan mesin waktu lalu kembali ke tahun 1969 guna membunuh K. Sementara Agent J (Will Smith) harus mencegah Agent K dibunuh Boris. Akankah J dan K mampu menyelesaikan misi mereka demi masa depan manusia? Daripada penasaran, yuk, ikutan NoBar MIB³ 3D bareng Cita Cinta, Sabtu, 26 Mei 2012 di XXI Plaza Indonesia! Tersedia 40 tiket untuk 20 pemenang (@ 2 tiket) yang akan dibagikan dengan mengikuti kuis ini!





Cinta Pekerjaan Atau....
Rasanya kita semua setuju, ya, jika obsesi berlebih pada pekerjaan, tuh, nggak baik. Cek, yuk, jangan-jangan kita termasuk workaholic.




Anda Punya Aura Selebriti?
Glamor, tajir dan keren, itulah image yang biasa melekat di seleb. Mungkin saja, kita ternyata punya aura seperti mereka...




Anda Memiliki Self-Respect?
Sebelum menghargai orang lain, hargai diri sendiri dulu, dong...